Kliping Pengetahuan Umum

Weblog berisi kliping artikel pengetahuan umum yang bermanfaat. Seperti Kesehatan, Makanan, Pendidikan Anak, Pengobatan, Psikologi Populer, Hobi dan lain-lain.

Sunday, June 30, 2002

Membimbing Anak Menjelang Operasi

Oleh Arsilis
Dimuat di Pikiran Rakyat, 30 Juni 2002

Rumahsakit, secara tradisi sudah dianggap hantu oleh anak-anak. Rencana operasi akan membuat mereka makin takut. Sangat jarang anak tanpa stres ketika masuk rumah sakit buat menjalani operasi. Ada saja kegelisahan dan kecemasan. Ini diantaranya karena:
1. Pernah mendengar dampak negatif dari mereka yang pernah menjalani operasi.
2. Komunikasi yang kurang hangat dalam keluarga.
3. Wajah angker dokter yang pernah dilihat ketika memasuki ruang operasi.
Jadi operasi terhadap anak harus direncanakan dengan matang bila memang mempunyai tenggang waktu yang cukup. Hari apa dan buat apa operasi dijalankan, harus dipahami mereka. Ini buat menciptakan mental yang prima. Meskipun stres pada hari "H" tetap tidak bisa dihindari, tapi yang jelas kita sudah bisa menekannya atau menguranginya secara maksimal.
Dengan demikian, perpisahan sementara dengan orangtua tidak akan terasa terlalu berat, hingga mereka agak tabah menghadapi suasana operasi.
Bila perlu anak diperkenalkan dengan dokter yang bersangkutan. Pertemuan yang mendadak umumnya membuat mereka cenderung buat menghindari. Banyak cara yang bisa ditempuh buat mengakrabkan anak dengan dokter. Misalkan orangtua memberikan barang yang menjadi kesenangan anak kepada dokter sambil berkata, "Tolong diberikan kepada anak saya, tapi atasnama dokter". Umumnya dokter bisa maklum, malah ada juga dokter yang memberi hadiah, langsung dari kocek mereka.
Keluarga juga harus memberi dukungan positif, seperti mengatakan manfaat setelah operasi. Kepada mereka harus dijelaskan juga bahwa "operasi hanya kegiatan ringan, sudah puluhan ribu, bahkan ratusan ribu anak yang sudah menjalani operasi. Jadi jangan terlalu risau dan gelisah."
Cemas dan gelisah pada diri orangtua saat anaknya akan menjalani operasi, memang tidak bisa dihindarkan, sebagai manifestasi cinta kasih terhadap anak. Tapi jangan tampak oleh mereka, karena tetap tidak akan menolong. Dengan ekspresi orangtua yang suram, membuat mereka mengelak buat menjalani operasi.
Semua itu akan membantu tugas dokter. Soalnya banyak operasi berlangsung lama atau agak terganggu hanya karena si anak tidak mau diam, sehingga bisa membawa bencana.
Di AS, ada dokter yang melakukan operasi anak tanpa anestesi, yakni amandel dan hernia. Anak memang menangis juga, tapi tidak terlalu mencolok. Ini karena dia sedikit-banyak mampu mengalihkan stres pada suasana positif, yaitu dengan menciptakan terapi humor. Menjelang operasi, dia bercerita tentang hewan yang ini dan itu, hingga harus menerima imbalan ini dan itu, dengan suasana persahabatan dan kekeluargaan. Ini memang prestasi yang patut dipuji dan dibanggakan, sekaligus mendobrak "ketergantungan atau keterikatan operasi pada anestesi.

Memilih Pendidikan Prasekolah yang Baik

Oleh Rani Nurhayati, S.Pd.
(pemerhati pendidikan anak dan Guru Bahasa Inggris SMU PGII 1 Bandung)
Dimuat di Pikiran Rakyat 10 Juni 2002


SAAT ini, berbagai lembaga sedang gencar mempromosikan pendidikan prasekolah (preschool) yang diselenggarakannya, baik lewat media masa maupun spanduk di berbagai sudut jalan. Hal ini bisa menguntungkan bagi orangtua, karena banyak pilihan, bisa juga justru membingungkan, mana yang harus dipilih?
Berikut ini dipaparkan sepuluh ciri pendidikan prasekolah yang baik. Semoga dapat membantu orangtua dalam menentukan pilihan.

1. Perbandingan Jumlah Guru-Anak yang Tepat
Perbandingan yang tepat adalah satu orang guru untuk tujuh sampai sepuluh anak dan tiap kelas maksimal diisi oleh 20 siswa. Perbandingan jumlah guru dan jumlah siswa yang tepat akan menjamin setiap anak menerima perhatian yang cukup dari guru, dan guru akan mengenal setiap anak secara pribadi.

2. Kegiatan Harian yang Beragam
Selama kelas berlangsung, anak harus belajar mengembangkan kemampuan sosial yang penting seperti melakukan kegiatan secara bergiliran dan mendengarkan orang lain. Mereka juga harus mengembangkan kemampuan berbahasa dengan mendengar cerita dan bernyanyi. Bernyanyi sangatlah penting dalam pendidikan prasekolah karena mereka akan dapat menghubungkan kata-kata dengan lagu yang ada dalam tulisan saat mereka mulai belajar membaca nanti dan hal ini akan meningkatkan kemampuan membaca.
Disamping itu, dengan mengenal ritme dan birama (ketukan dalam lagu), pemahaman anak tentang matematika dapat diperluas.

3. Lingkungan yang ”Kaya Bahasa”
Anak harus dibacakan sesuatu setiap hari. Ruangan kelas harus dilengkapi beragam buku. Dinding kelas harus dipenuhi dengan kata-kata/simbol-simbol yang menunjukkan objek-objek tertentu, tersedia kolom-kolom tentang cuaca dan poster yang menggambarkan tentang kegiatan anak. Bahkan karya seni anak juga dapat digunakan guru untuk membangkitkan minat baca anak. Di bawah karya tetsebut, guru bisa menuliskan kalimat yang didiktekan anak yang menjelaskan karya tersebut.

4. Ruangan Seni Rupa
Ruangan ini harus dilengkapi dengan alat-alat melukis dan membuat bentuk dua/tiga dimensi seperti kuas, krayon, dan tanah liat. Selain menyukai kotornya, anak juga dapat menjadikan seni rupa sebagai sarana untuk mengekspresikan pikiran mereka yang tak dapat mereka ungkapkan dengan kata-kata. Seni rupa juga dapat membantu anak dalam mengembangkan kontrol motorik dengan baik dan membantu kosep dasar ilmu pengetahuan seperti: apa yang terjadi bila warna-warna dicampurkan dan bagaimana media yang berbeda menghasilkan tekstur yang berbeda pula. Anak juga dapat mengamati perubahan berbagai benda seiring dengan berjalannya waktu seperti cat mengering dan tanah liat mengeras.

5. Pojok Balok
Membuat sesuatu dengan menggunakan balok-balok kecil, akan membantu anak dalam mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan mengenal ruang. Secara tidak sadar, anak mulai berkenalan dengan prinsip-prinsip geometri seperti dua balok persegi (kubus) yang disatukan akan sama dengan balok persegi panjang. Biasanya anak laki-laki lebih tetarik untuk bermain dengan balok dibandingkan anak perempuan. Untuk menarik minat anak perempuan, guru biasanya menempatkan rumah boneka dengan peralatannya.

6. Pembagian Tugas Secara Bergiliran
Selain membangun rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, pembagian tugas dapat membantu anak mengenal konsep dasar matematika. Menyajikan cangkir, piring kertas dan tisue pada teman-teman sekelas saat makan kue dapat mengenalkan salah satu konsep penting dalam matematika yakni korespondensi satu-satu.

7. Permainan/Kegiatan Manipulatif
Kegiatan ini dapat membangun kemampuan motorik yang optimal yang diperlukan pada saat belajar menulis. Puzzle juga dapat digunakan untuk memperkuat kemampuan mengenal ruang. Kegiatan sederhna seperti menghitung kancing atau manik-manik bisa membantu mengembangkan kemampuan awal dalam matematika. Memancangkan tongkat dan merangkai manik-manik juga merupakan bagian penting untuk persiapan belajar menulis karena melatih koordinasi tangan.

8. Meja Air dan Meja Pasir
Disamping menyukai kedua material ini, anak juga dapat mengeksplorasi hal-hal yang berkaitan dengan kedua material ini seperti; volume, luas, berat, dan tekanan. Walau anak usia 3-4 tahun belum bisa memahami konsep-konsep tersebut dengan sempurna tapi pengalaman saat prasekolah dapat mereka kembangkan saat beranjak dewasa.

9. Kegiatan Fisik Setiap Hari
Walaupun anak bisa bermain di luar saat cuaca baik, tapi sekolah tetap harus mempunyai ruangan khusus yang dilengkapi peralatan seperti matras, alat panjat, sepeda roda tiga dan mainan lain agar anak dapat bermain secara aktif. Me-lakukan permainan fisik akan membantu anak usia 3-4 tahun agar bisa melatih koordinasi mereka yang masih berkembang.

10. Secara Berkala Dikenalkan Material Baru
Setiap kelas harus memiliki ”meja pertemuan” untuk memamerkan sesuatu yang ditemukan seperti daun-daun yang berguguran atau gelas yang berisi pasir pantai. Benda-benda tersebut dapat digunakan sebagai bahan diskusi yang mendalam seperti; daun-daun dapat mengawali sebuah diskusi tentang jenis-jenis tanaman yang beraneka ragam. Diskusi tersebut mungkin akan memberi inspirasi pada anak untuk menanam pohon sehingga mereka bisa mengamati pertumbuhan tanaman.

Dengan kegiatan ini, anak diharapkan dapat menghargai mahluk hidup di lingkungannya.

Pentingnya Pemeliharaan Kaki

Oleh Syae
Dimuat di Pikiran Rakyat, 30 Juni 2002

ANGGOTA tubuh yang satu ini sangat banyak manfaatnya. Setiap hari kita berjalan, berdiri, melompat, bahkan duduk pun bertumpu pada kaki. Anehnya, jarang sekali si empunya memperhatikannya. Perhatian baru ditujukan bila kaki terasa sakit. Padahal, kaki yang tidak terawat, sedikit banyak menunjukkan ”siapa” pemiliknya. Nah, agar Anda dapat tersenyum lega saat melepaskan sepatu, perhatikan beberapa saran di bawah ini.
”Struktur dan fisiologi kaki sangatlah mengagumkan. Hal ini sangat diakui tidak hanya oleh para dokter tetapi juga para ahli teknik,” begitu pendapat yang dikutip oleh ”Prevention”. Kaki terdiri 26 tulang 56 ligamen (jaringan ikat/penguat bursa sendi) dan 38 otot yang saling menunjang satu dengan yang lainnya. Luar biasa! Dengan berlalunya sang waktu, saat Anda mencapai usia 35 tahun, kaki telah membwa diri Anda sampai sejauh sedikitnya 27.945 km. Jadi, bukan suatu hal yang aneh bila kaki yang telah menopang tubuh Anda selama bertahun-tahun mengalami begitu banyak problem seperti, pengerasan kulit (corns), kutil, pembengkakan pada ibu jari yang dapat menjadi radang (bunions), kuku tumbuh ke dalam (ingrown nails) serta infeksi jamur.
Kaki merupakan bagian tubuh yang terjauh dari jantung. Tak heran bila pada kaki kurang terjadi sirkulasi darah (berkurangnya sirkuasi darah pada kaki umumnya seiring dengan peningkatan usia). Akibatnya, problem pada kaki yang sering sukar disembuhkan.
Penderita diabetes biasanya cenderung mengalami masalah sirkulasi darah yang mengakibatkan kaki terasa lelah, mati rasa (numbness), perih, demam atau kram pada malam hari.

Perawatan dini
Berbagai problem kaki dapat dicegah melalui perawatan dini kaki yang teratur. Memakai sepatu yang tidak pas atau bertumit tinggi adalah salah satu yang menjadi pemicu timbulnya problem kaki. Perhatikanlah hal-hal berikut bila Anda hendak membeli sepatu:
1. Belilah sepatu sore hari, saat kaki sudah melakukan berbagai aktivitas. Pada pagi hari kaki cenderung lebih kecil dan akan membesar sedikit menjelang sore; 2. Ukurlah kesesuaian kaki dengan sepatu sambil berdiri, kemudian berjalanlah dengan menggunakan sepatu tersebut, sehingga Anda dapat merasakan pas tidaknya sepatu pada kaki; 3. Dalam aktivitas sehari-hari janganlah selalu menggunakan sepatu bertumit tinggi ataupun bagian depan sepatu yang terlalu lancip. Bila keadaan memungkinkan berjalanlah tanpa alas kaki. Keadaan ini akan membantu pernafasan kaki. Ketika hendak berolahraga, pilihlah sepatu khusus untuk berolahraga. Sepatu jenis ini, permukaan alasnya lembut sebagaimana layaknya kita menginjak pasir, rumput atau tanah.

Infeksi jamur pada kaki
Keadaan ini biasa disebut tinea. Tinea sering terjadi pada jari-jari kaki. Pada area tersebut lingkungannya lembab sehingga memudahkan tumbuh jamur.
Apabila kaki Anda menderita tinea, usahakan selalu ada udara yang dapat masuk ke kaki (memakai sepatu model terbuka/sepatu sandal). Apabila memungkinkan berjalanlah tanpa alas kaki, tentu saja bukan di tempat-tempat umum karena infeksi ini mudah menular ke orang lain. Bila harus memakai sepatu, pilihlah sepatu dari kulit dan gunakan kaos kaki dari katun.
Keringkan kaki segera setelah mandi atau cuci kaki. Ada dua cara untuk mengobati infeksi jamur pada kaki yaitu dengan minyak pohon teh dan bawang putih. Usaplah area kaki yang terinfeksi jamur dengan campuran minyak pohon teh. Bisa juga mengompresnya dengan kapas yang dicelupkan ke dalam cairan ekstrak bawang putih (misalnya, kyolic liquid garlic).

Kalus dan pengerasan kulit
Kalus pada kaki biasanya timbul akibat pemakaian sepatu yang terlalu sempit. Akibatnya, kaki berupaya untuk melindungi diri dengan penebalan kulit dan akhirnya kulit itu mati. Pengerasan kulit hampir sama dengan kalus, hanya saja lebih ke dalam, sehingga menimbulkan rasa sakit. Kalus dan pengerasan kulit biasanya juga dialami wanita yang sering menggunakan sepatu bertumit tinggi. Tinggi tumit sepatu membuat jari-jari kaki lebih tertekan ke bagian depan sepatu, sehingga timbullah kalus dan pengerasan kulit pada jari-jari kaki.

Pembengkakan dan pembekuan kaki
Jenis gangguan kaki yang ini umumnya menimpa mereka yang tinggal di daerah dingin. Untuk menghindari gangguan ini, sebelum bersepatu usaplah kaki dengan bedak dan pakailah kaos kaki.

Kutil
Seperti berbagai jenis kutil lainnya, kutil pada kaki disebabkan oleh virus. Kutil yang banyak ditemui di telapak kaki, dalam bahasa kedokterannya disebut plantar warts atau verucas.
Meskipun kutil ini disebabkan oleh virus yang sama dengan kutil pada bagian tubuh lainnya, kutil ini memiliki bentuk lebih datar dibandingkan kutil lainnya. Hal ini disebabkan tekanan yang ditimbulkan kaki. Karena kutil bersifat menular, maka sedapat mungkin hindarilah berjalan kaki dengan kaki telanjang. Selain itu jangan menggunakan handuk yang sama dengan penderita kutil. Bila kutil mulai tampak pada kaki, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Penggemar Peuteuy dan Jengkol Jangan Khawatir Kekurangan Serat!

Oleh YUGA PRAMITA
Dimuat di Pikiran Rakyat, 30 Juni 2002

MANUSIA memerlukan sekira 45 macam zat gizi yang harus dipenuhi dari konsumsi makanan hariannya. Terbagi dalam dua kelompok besar: Makronutrient, berupa zat pati (karbohidrat), protein dan lemak, serta Mikronutrient, terdiri dari vitamin dan mineral.
Otak, liver, jantung dan ginjal, meskipun beratnya hanya 5% dari bobot tubuh, energi yang diperlukannya mencapai 60% dari energi basal. Sebaliknya otot yang merupakan 40% dari bobot tubuh, energi yang diperlukannya hanya 25%. Hal ini menggambarkan bagaimana sibuknya metabolisme yang terjadi dalam berbagai alat vital tubuh.
Untuk menjaga agar ”onderdil” tersebut terhindar dari kerusakan, diperlukan asupan gizi yang seimbang. Di sisi lain, asupan gizi seimbang saja ternyata belumlah cukup untuk bisa menjamin hidup sehat. Manusia juga butuh serat, yaitu bagian dari makanan yang tidak dapat dicerna secara enzimatis (enzim yang diproduksi oleh manusia) sehingga bukan sebagai zat makanan.
Menurut Heaton, pengarang ”You and your bowels”, sebenarnya serat adalah dinding sel keras yang merupakan tempat sari tanaman. Pada beberapa tanaman, ada bagian yang dinding selnya lebih tebal dari bagian lain. Kepadatan alami dari bagian ini bisa menjadi petunjuk. Misalnya, kedelai lebih banyak mengandung serat dibanding tomat atau kismis, selembar kubis lebih berserat dibanding sawi muda. Tentu saja hal ini tak bisa disamaratakan begitu saja. Serat wortel tak lebih banyak dibanding buah pir, dan apel masih kalah berserat dibanding pisang. Alasan ”penyimpangan” ini adalah, di samping serat padat ada pula serat lunak yang bahkan bisa larut dalam air.
Mencegah penyakit degeneratif
Yang paling terasa ketika orang makan makanan yang kaya serat adalah keinginan untuk buang air besar (BAB). Hal ini disebabkan karena serat mempunyai stool bulking effect. Dengan demikian transit time-nya menjadi lebih pendek. Efek tersebut pada cereal fibre lebih besar dibanding fruit maupun vegetable fibre.
Namun sebetulnya keampuhan serat lebih dari itu. Dari beberapa studi diketahui, bahwa serat dapat mencegah terjadinya penyakit degeneratif yang banyak terjadi akhir-akhir ini.
Doll dan Peto seperti dikutip ”Simadibrata” (1986) menyebutkan, di Finlandia dan Denmark, pada penduduk yang tinggal di desa, insiden kanker kolon lebih kecil 25% dibandingkan dengan penduduk yang tinggal di kota besar. Meski makanan penduduk yang tinggal di desa banyak lemak dan protein hewani, tetapi juga mengandung tinggi serat. Di negara Barat dan Amerika Serikat, tempat yang makanannya lebih banyak mengandung lemak, angka kematian karena kanker kolon lebih tinggi daripada di negara-negara berkembang yang konsumsi lemaknya lebih sedikit dan konsumsi serat tinggi.
Salah satu teori menyatakan, lemak dan sisa makanan yang dihancurkan oleh bakteri, dalam usus besar akan menghasilkan zat toksik dan beberapa jenis asam empedu, antara lain deaxycholic acid dan lithocholic acid yang bersifat ko-karsinogenik. Manakala diberi kesempatan, unsur-unsur tersebut dapat menimbulkan radang dan kanker. Tapi jika makan makanan yang kaya serat, racun-racun tersebut akan lebih cepat dikeluarkan, hingga kemungkinan terjadinya penyakit menjadi relatif kecil.
Efek lainnya dikemukakan oleh Karyadi (1986), sebagai penurun LDL-kholesterol (terutama serat dari buah-buahan), hingga pada orang yang mengkonsumsi diet tinggi serat relatif lebih kecil tingkat kematiannya karena penyakit jantung.
Meningkatnya kosumsi serat juga menguntungkan penderita diabetes, sebab dapat memperlambat gerak laju gula dari lambung ke usus kecil, atau melawan peningkatan konsentrasi glukose darah yang cepat setelah makan. Disamping disebutkan juga mampu menurunkan insiden batu empedu, meski mekanismenya belum jelas betul (Olson, 1984). Sementara bagi yang ingin langsing, serat juga merupakan kabar baik karena dapat menimbulkan perasaan kenyang, hingga mengurangi keinginan untuk menambah asupan makanan lain.
**
KONSUMSI ideal serat untuk dewasa sekitar 25 g per hari. Bagi urang Sunda, jumlah segitu sangat gampang ”dikejar” kalau saja kebiasaan mengkonsumsi aneka daun tetap digiatkan, umpamanya sebagai coelan sambal atau yang lebih dikenal dengan lalaban. Demikian juga kegemaran akan lotek, rujak dan karedok maupun urab.
Makanan lain yang sering difavoritkan —karena menurut penggemarnya bisa mendongkrak nafsu makan, yaitu peuteuy (pete) dan jengkol, diketahui juga memiliki kandungan serat yang tinggi.
Dari analisis Malik (1989) diketahui, pete rebus kandungan seratnya 13,15 (g/100 g bahan makanan) dan jengkol rebus 10,38. Itu berarti, jika kita makan pete rebus 200 g, atau jengkol rebus 250 g per hari, kekhawatiran akan kurangnya asupan serat sebenarnya tidak perlu. Yang jadi masalah, mungkinkah kita makan sebanyak itu setiap hari?
Cara untuk membuatnya menjadi lebih mungkin adalah dengan mengurangi konsumsinya dan kengkombinasikan dengan makanan lain yang juga sumber serat. Sebagai contoh, pete rebus 50 g (6,57 g serat) + tumis kacang panjang 100 g (5,97 g serat) + pisang raja sereh 100 g (7,66 g serat) + sigkong goreng 50 g (6,4 g serat), jumlah keseluruhan serat adalah 26,6 g (belum lagi serat dari bahan makanan lain semisal nasi).
Jika makanan tersebut dibagi dalam tiga kali waktu makan (pagi, siang dan malam) dan selingan (singkong goreng dimakan pada pukul 09.00 pagi dan 16.00 sore), hal ini menjadi sangat mungkin bisa dilaksanakan.
Agar menunya tidak itu melulu, dalam tabel dapat dilihat beberapa makanan lain yang bisa dijagokan untuk memenuhi kebutuhan serat tubuh.***

Merancang Liburan Bersama Anak-anak

Oleh Deny Riana
Dimuat di Pikiran Rakyat, 30 Juni 2002

BERLIBUR merupakan kegiatan yang umumnya sangat dinantikan oleh anak-anak. Apalagi setelah mereka lelah berkutat dengan pelajaran-pelajaran di sekolah, maka liburan adalah kesempatan bagi mereka untuk bermain secara leluasa di alam terbuka atau di tempat lain yang memiliki suasana berbeda dengan lingkungan sehari-hari.
Manfaat berwisata bagi anak-anak ternyata tidak sekadar untuk menciptakan kegembiraan. Mengunjungi objek-objek wisata, diyakini dapat pula menjadi alat untuk memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan kepedulian mereka terhadap alam sekitarnya. Tak heran, jika banyak pakar pendidikan yang berpendapat bahwa kegiatan wisata turut andil dalam membentuk karakter pribadi anak yang cerdas, sehat, tangguh, dan bermoral tinggi. Tentu saja, selama kegiatan wisata itu dilakukan dengan cara yang benar dan sehat.
Akan tetapi, berwisata bersama anak-anak bukan kegiatan yang dapat dilakukan begitu saja tanpa perencanaan dan persiapan yang matang.
Kita memang dapat merasakan kebahagiaan manakala melihat anak-anak kita bergerak lincah dan bermain bebas melepas naluri kanak-kanaknya. Namu kecnederungan untuk selalu ”bergerak” itulah yang seringkali menimbulkan risiko kecelakaan. Atau paling tidak, dapat merepotkan orangtua karena harus terus menerus mengawasi mereka.
Belum lagi kondisi lingkungan, alam, dan iklim di tempat wisata tidak selalu baik bagi anak-anak. Padahal, tujuan berwisata justru untuk mencari suasana santai. Karena itu, menyiasati bagaimana bertamasya bersama anak-anak merupakan langkah penting yang perlu dipikirkan secara matang.
Berikut ini beberapa tips yang dapat diterapkan orangtua agar dapat menikmati kegiatan wisata bersama anak-anaknya dengan nyaman.

1. Jarak Tempuh
Faktor jarak sangat penting untuk diperhatikan, karena akan menentukan kenyamanan bepergian Anda dan anak-anak. Pada umumnya, perjalanan yang panjang dengan aksesibilitas yang sulit akan membuat anak-anak jenuh dan lelah. Sehingga mereka malah tidak dapat menikmati kegiatan wisata secara optimal. Bila hal ini terjadi, tentu saja dapat mengurangi keceriaan mereka.
Karena itu, jika Anda membawa kendaraan sendiri, upayakan agar perjalanan yang ditempuh tidak lebih dari 5 jam. Apabila ternyata jarak yang harus ditempuh lebih kurang 10 jam, maka jangan paksakan untuk melaluinya dalam satu hari. Menginaplah dulu di tengah perjalanan agar keesokan harinya kondisi Anda dan anak-anak bisa segar dalam meneruskan perjalanan ke tempat tujuan.
Jika menggunakan sarana transportasi umum, hal yang perlu diperhatikan adalah jadwal keberangkatan dan kedatangan angkutan.
Pilihlah jam keberangkatan yang tidak terlalu pagi dan tiba tidak terlalu malam, sebab kondisi keamanan di tempat-tempat umum, seperti stasiun kereta api, terminal bus, pelabuhan laut, ataupun bandar udara belum tentu terjamin.
Jarak tempuh juga perlu disesuaikan dengan waktu yang tersedia. Jika waktu liburan hanya sebentar, misalnya satu atau dua hari, maka sebaiknya jangan memilih objek wisata yang terlalu jauh dan sulit dicapai. Sebab hal itu akan mengganggu aktivitas belajar anak-anak maupun pekerjaan Anda sekembalinya dari liburan.

2. Makanan dan Minuman
Selama perjalanan, jangan lupa untuk membawa makanan dan minuman ringan di dalam tas kecil. Sebab, ada kalanya meski waktu makan telah tiba, Anda belum menemukan satu warung atau rumah makan pun di tengah perjalanan.
Dalam kondisi demikian, tentu saja makanan dan minuman ringan tadi akan sangat membantu.
Atau jika anak Anda harus mengkonsumsi susu maupun vitamin bermerek khusus, bawalah persediaan dari rumah secukupnya. Sebab belum tentu susu atau vitamin bermerek tersebut dijual di kota-kota kecil di luar kota.

3. Sarana Akomodasi
Usahakan untuk memilih kamar besar yang dapat dihuni oleh satu keluarga. Apalagi saat ini sudah banyak hotel maupun penginapan yang telah memiliki family room yang dapat dihuni dua orang dewasa dan dua anak. Atau kamar yang mempunyai connecting door (pintu penghubung) agar Anda tetap dapat bersama anak-anak di hotel. Namun bila fasilitas tersebut ternyata tidak tersedia juga di tempat Anda menginap, maka usahakan agar kamar Anda dan kamar anak-anak bersebelahan atau berseberangan.

4. Memilih Objek Wisata
Upayakan untuk tidak menentukan objek tujuan wisata secara sepihak, biasakanlah memilih objek wisata secara demokratis. Salah satu caranya, orangtua dapat membuat daftar objek wisata yang sudah dan belum dikunjungi, lalu diskusikan dengan anak-anak. Biarkan mereka turut menentukan objek mana yang ingin dikunjungi. Hal ini bermanfaat dalam menanamkan rasa tanggung jawab dalam diri anak-anak, minimal untuk turut menjaga dirinya sendiri selama berwisata. Selain itu, mereka juga tidak akan merasa tertekan karena harus ikut ke lokasi yang sebenarnya tidak mereka sukai.
Di lain pihak, kondisi alam dari objek wisata yang akan dikunjungi juga perlu dicermati. Intinya, di objek wisata tersebut Anda bisa tenang menikmati dan menyaksikan anak-anak bermain atau berinteraksi dengan lingkingan di sekitarnya dengan aman.
Bila anak-anak sudah cukup besar, Anda dapat mengkombinasikan beberapa objek wisata dalam satu paket perjalanan. Misalnya objek wisata pantai dipadu dengan objek wisata perkebunan pesisir. Atau objek wisata pegunungan dikombinasikan dengan objek air terjun. Namu bila Anda memilih untuk tetap tinggal di satu objek wisata saja, buatlah jadwal acara yang berlainan dari waktu ke waktu.
Bagi keluarga yang masih memiliki anak kecil (balita), sebaiknya tidak memilih objek-objek wiata pantai yang ombaknya berdebur atau bergulung-gulung. Pilihlah daerah pesisir pantai yang landai dengan ombak yang tenang.
Sementara jika Anda menginginkan pergi ke pegunungan, pilihlah yang tidak terlalu terjal atau berbukit-bukit. Apalagi bila untuk mencapai lokasi, Anda harus menggendong anak yang sudah tentu akan merepotkan. Yang jelas, jangan memilih objek wisata yang bisa membahayakan anak-anak.

5. Pakaian
Bawalah pakaian yang sesuai dengan konisi cuaca daerah wisata yang akan dituju. Baju hangat tentu sangat diperlukan di daerah pegunungan, sedangkan kaus dan celana pendek cocok utuk ke pantai. Siapkan pula pakaian ekstra, seperti jaket dan jas hujan. Atau bila berkunjung ke pegunugan, jangan lupa untuk membawa sepatu olahraga. Siapa tahu Anda ingin mengajak anak-anak untuk tracking ke dalam hutan.

6. Obat-obatan
Obat-obatan merupakan salah satu persiapan penting yang tidak bisa diabaikan, sebab gangguan kesehatan dapat terjadi di mana saja. Meski saat ini unit-unit pelayanan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, dan klinik praktek dokter sudah bertebaran di mana-mana, namun sebaiknya Anda tidak melupakan perlengkapan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).
Sediakan selalu obat-obatan di dalam tas kecil. Seperti obat penurun panas, obat sakit perut, vitamin, obat merah, plester, dan lain-lain. Atau bila anak Anda mempunyai gangguan kesehatan tertentu, jangan lupa membawa obat khusus yang diberikan menurut resep dokter. Karenanya, sebelum melakukan perjalanan panjang, ada baiknya mengkonsultasikan kesehatan anak Anda ke dokter.

7. Tanda Pengenal
Dalam objek wisata yang ramai pengunjung, bisa saja anak-anak terpisah dari orangtuanya. Untuk itu perhatian Anda harus lebih ditingkatkan. Sebagai tindakan preventif, jangan lupa untuk menyelipkan tanda pengenal di saku si kecil. Memang, anak seusia SD umumnya belum memiliki kartu identitas sendiri. Akan tetapi, apa salahnya jika Anda membuatkan tanda pengenal sendiri untuk mereka?
Kartu identitas tersebut dapat dibuat dari karton tebal yang berisi data nama anak, nama orangtua, alamat dan nomor telepon rumah serta hotel tempat Anda menginap. Dengan demikian, bila anak-anak terpisah dari Anda dan ditemukan orang lain, diharapkan mereka dapat membaca tanda pengenal tersebut untuk selanjutya menghubungi Anda.

8. Mainan Kesayangan dan Buku Cerita
Adakalanya seorang anak memiliki mainan kesayngan yang selalu dibawanya ke mana-mana termasuk waktu tidur. Tanpa mainan ini, ia sulit tidur atau menjadi gelisah dan murung. Bila tidak terlalu besar, bawalah mainan kesayangan tersebut. Sebab suasana di tempat lain, seperti hotel atau penginapan belum tentu dirasa nyaman oleh anak-anak. Dengan bantuan mainan kesayangannya, ia akan merasa seperti berada di rumah sendiri. Adapula anak yang terbiasa dibacakan atau membaca sendiri buku cerita menjelang tidur. Untuk itu, bawalah juga beberapa buku cerita yang tidak terlalu tebal.

Berbagai persiapan di atas semoga dapat menambah keriangan anak-anak dan Anda sendiri saat bertamasya. Sehingga selama perjalanan sampai pulang kembali ke rumah, sang anak dapat menikmatinya dengan sepenuh hati. Dan yang penting, kegiatan wisata tersebut selanjutnya mampu memberikan pengalaman yang positif bagi perkembangan fisik dan mentalnya kelak.

Monday, June 10, 2002

Risiko Perceraian terhadap Masa Depan Anak

Oleh Arsilis
Dimuat di Pikiran Rakyat 10 Juni 2002

DATA perceraian tampaknya sebanding dengan tingkat karier wanita yang telah menciptakan suasana mandiri sebagai dampak dari falsafah "persamaan hak". Karena mereka tambah insyaf akan haknya itu, sehingga kalau diperlakukan "semau gue" oleh suaminya, akan menuntut cerai tanpa dicemasi nafkah keluarga, karena toh telah mampu mandiri, mencari/memperoleh nafkah tanpa "si dia". Malah yakin pula mudah mengasuh/mengatur keluarga tanpa ayah, lebih-lebih istri yang kariernya lebih memberikan prospek tinggi bagi masa depan keluarga ketimbang suami.
Sekarang ada kesan, istri yang mandiri bisa menanggulangi problem anak sampai dewasa tanpa suami karena cerai. Apakah benar? Oke dari segi material, tetapi dari segi moril, belum tentu. Ingat! Yang disebut anak ialah manusia yang tidak hanya terdiri dari raga, tapi juga emosi. Sedangkan emosi anak belum lengkap kalau tidak disertai faktor yang mempunyai andil terhadap kehadiran mereka ke bumi, yatiu "ayah" dan "ibu". Karena itulah, bagaimana pun besarnya fasilitas material, tetap tidak kuasa menanggulangi emosi anak yang anjlok akibat perpisahan mereka.
Biasanya cerai lebih banyak menimbulkan persepsi yang negatif daripada positif. Masyarakat akan menilainya serta memvonisnya sebagai peristiwa dengan latar belakang hina/jelek, meskipun jarang diucapkan secara gamblang. Bagaimanapun kewibawaan suami atau istri, tetapi kalau telah bercerai, akan menurunkan pamornya sebagai ayah atau ibu. Soalnya menjelang cerai umumnya sering terjadi suasana cekcok/perang mulut. Ini sedikit banyak akan menghantui anak. Artinya, mereka mudah mencurigai banyak relasi sebagai pihak yang menuduhnya sebagai ketrunan yang kurang/tidak baik, meskipun belum tentu akan bersikap demikian.
Meskipun kadang-kadang bisa dimaklumi, perceraian merupakan titik trauma yang membuka lembar kehidupan baru serta mempengaruhi setiap perilaku, baik secara individu, dalam keluarga, maupun dengan lingkungan. Faktanya memang begitu meskipun tidak semua perceraian akan mengalami nasib seperti itu.
Banyak pakar psikologi perkembangan anak di seluruh dunia yang memperbincangkan risiko perceraian suami-istri terhadap masa depan mental anak. Soalnya dengan perceraian, mental anak yang telah terbina/terbentuk, menjadi down, malah depresi, yang sulit diatasi atau dinetralisir segera. Walaupun anak --yang belum baligh, umumnya tampak pasrah saja, tetapi sesungguhnya nurani mereka berontak/terlena, mengapa itu sampai terjadi. Ini akan membuat gejolak emosi dan jiwanya sangat sensitif, karena logikanya belum dewasa, sehingga akan bertindak atau menangkap peristiwa sesuai dengan apa yang tampak.
Dalam pendidikan, konsentrasi mereka jadi terpecah, lebih-lebih ketika baru saja melihat perceraian. Walaupun fasilitas hidup memadai/menunjang, tetapi karena telah kehilangan organ keluarga, ya ... tetap saja terpecah. Berdasarkan riset, banyak anak yang gagal naik kelas hanya karena baru saja dihadapkan pada perceraian orangtuanya. Mereka jadi down dalam menangkap materi pelajaran, sehingga hasil ujiannya pun jelek-jelek.
Bukan itu saja. Banyak anak korban perceraian bersikap minder, meskipun kalau ditanyakan, mereka menjawab, "Ah ... nggak!" atau "Biasa saja" yang diperkirakan akan mempersoalkan atau mempertanyakan yang bertalian dengan perceraian, seperti "Bagaimana dengan ibu?" atau "Ayah sering berkunjung?". Ini tampak jelas setiap mereka menjumpai keluarga yang terdiri ayah, ibu, dan anak, yang sedang berjalan ke pasar swalayan, misalnya.
Pecahnya konsentrasi pun membuat mereka sering merasa bersalah kalau lebih dekat pada ayah atau ibu saja. Sedangkan untuk bersikap sama, jelas susah, karena mereka telah diputuskan untuk lebih banyak tinggal dengan satu di antara keduanya. Hampir tidak ada mereka yang tinggal dengan ayahnya/ibunya secara bergantian, meskipun dengan jarak rumah tinggal yang berdekatan.
Kalaupun terjadi, tentu hanya akan mengganggu kegiatan anak dalam menatap masa depan, seperti pendidikan/kesehatan. Waktu yang seharusnya untuk belajar, tersita untuk pergi ke rumah ayah/ibu secara bergantian setiap periode. Singkatnya mereka seperti dituntut adil dalam bersikap dan menghormati.
Malah untuk jangka panjang, perceraian bisa mempengaruhi seksual anak. Di Amerika, misalnya, sering terjadi praktek "homo"/"lesbian" yang ketika ditelusuri ternyata akibat trauma perceraian orangtua. Mereka mencemaskan pernikahan secara normal hanya akan mengulangi peristiwa yang dialami orangtuanya.
Memang di Indonesia, perceraian tidak sampai menjurus demikian. Tetapi minimal bisa dijadikan pelajaran bahwa meskipun perceraian merupakan hak setiap suami atau istri, tetapi mengandung risiko yang tidak tanggung-tanggung. Bagi yang telah terlanjur bercerai tentu harus tetap bertekad untuk menanggulangi anak dari segala dampak perceraian terhadap perkembangan mentalnya, agar potensi dan bakat mereka tetap tersalurkan demi mencapai cita-citanya.
Banyak filosof yang menyatakan, suami atau istri yang punya perasaan halus/tajam akan menganggap perceraian sebagai pengkhianatan terhadap anak. Malah ada filosof yang berani mengatakan bahwa perceraian kadang-kadang bisa dianggap sebagai pembunuhan pelan-pelan terhadap masa depan anak. Karena itu, suami atau istri yang bijaksana akan pikir panjang buat bercerai. (Arsilis).***

Ingin Awet Muda? Tidurlah yang Cukup

Dimuat di Pikiran Rakyat 10 Juni 2002

PADA era persaingan di dunia global yang semakin keras seperti sekarang ini, menuntut orang untuk terus menerus mengeluarkan segenap kemampuannya dan memeras otak demi mempertahankan posisinya masing-masing. Terkadang hal seperti ini bisa meninggalkan jejak berupa beban psikologis yang tinggi. Dan jika terus berlangsung, bisa saja menimbulkan stres yang merupakan akar dari depresi.
Dampak dari itu semuanya, biasanya seseorang menjadi cemas, gelisah dan sulit tidur. Padahal masalah tidur merupakan faktor penting bagi seseorang untuk dapat kembali fit bekerja keesokan harinya.
Menurut perkiraan para ahli kesehatan, di Indonesia sebenarnya banyak sekali orang yang menderita gangguan tidur, tapi rata-rata mereka tidak menyadarinya dan cenderung mengabaikannya. Padahal jika hal itu dianggap sepele, justru akan menimbulkan gangguan yang kronis yang sangat berbahaya, karena banyak kasus-kasus kematian yang disebabkan oleh masalah gangguan tidur ini.
Menurut pakar neurobiologi, tidur yang ideal adalah antara 7-8 jam per hari atau rata-ratanya sekitar 8 jam. Tidur yang kurang dari 4 jam atau lebih dari 10 jam, akan meningkatkan risiko kematian.
Fungsi tidur adalah upaya tubuh untuk mengistirahatkan sementara fungsi faalnya yang sudah dipakai seharian dan ini merupakan sarana untuk bisa panjang umur.
Terjadinya banyak penyakit, sebagian besar karena seseorang mengalami gangguan di tengah-tengah tidur malamnya. Sebuah survey yang dikerjakan "National Sleep Foundation" (NSF) di Amerika Serikat menyebutkan bahwa rata-rata tidur orang dewasa di AS hanya sekitar 6 jam 11 menit. Jadi ini masih kurang dari tidur ideal yang 8 jam. Angka ini adalah angka rata-rata, jadi kalau ditelusuri lebih jauh lagi mungkin banyak sekali orang yang tidurnya kurang dari angka itu.
Sebuah laporan penelitian mengungkapkan bahwa sekira 2% wanita penderita gangguan tidur akan mengalami gangguan pernafasan atau sleep apnea dan 10% lainnya akan mengalami gangguan dalam bergerak seperti otot kaki dan tungkai kaku.
Joyce A Weisleben Ph.D., Direktur Pusat Gangguan Tidur di Universitas New York mengatakan, gangguan tidur yang terbanyak adalah rotten sleep (tidur yang tidak nyaman/sering terjaga dan gelisah). "Tidur itu sama pentingnya dengan makan dan minum, jadi porsinya haruslah seimbang," ujar Weisleben yang beranggapan masih banyak orang yang tidak terlalu mempedulikan jumlah jam tidur mereka.
Seseorang yang menderita sulit tidur (insomnia) yang hanya tidur 2-3 jam saja setiap malamnya, pastilah akan banyak menimbulkan masalah. Produktivitas kerja akan menurun karena ia akan mengantuk di tempat kerjanya dan penampilannya pun kelihatan "kusam", tidak segar/cerah. Di AS, kecelakaan lalulintas karena sang sopir mengantuk akibat kurang tidur sama banyaknya dengan mereka yang "teler" karena alkohol ataupun obat-obatan.
Sebuah penelitian terbaru memaparkan, seseorang penderita gangguan tidur selama 2 minggu atau lebih akan mengalami risiko 4 kali lebih banyak mengalami depresi dibandingkan dengan mereka yang punya pola tidur normal.
Prof. James Krueger, seorang neurobiolog senior dari Universitas Washington mengatakan, jika seseorang kurang tidur dalam 24 jam saja, sel-sel yang mampu membunuh virus akan berkurang dalam darahnya. Dan, seseorang yang kurang tidur akan kelihatan cepat tua, karena hormon-hormon pertumbuhan (growth hormone) akan berkurang. Hormon ini justru dibuat ketika seseorang sedang tidur lelap atau deep sleep.
Kekurangan hormon ini otomatis akan mengakibatkan berkurangnya daya regenerasi untuk mengganti sel-sel yang mengalami kerusakan, sehingga kelihatan seorang penderita insomnia kronis kulitnya akan keriput dan kulit wajahnya kendur.
Diagnosis gangguan tidur mulai ditemukan pada tahun 1935. Sedangkan penelitian yang lebih komprehensif telah dilakukan para ahli psikiatri Aserinksy, Kleitmann dan Dement pada tahun 1953. Penelitian itu menyuguhkan adanya fenomena yang dinamakan Rapid Eye Movement (REM) pada alat EEG dari subjek yang direkam sepanjang malam yang datangnya secara siklis. Fenomena itu bersamaan pula dengan keadaan mimpi.
Pada REM Sleep, pernafasan menjadi tidak teratur, denyut jantung bertambah dan pergerakan mata cepat. Sedangkan pada non REM Sleep, akan terdapat empat tahapan sebagai berikut:
Pertama, tidur ringan (light sleep) 10-15 menit, pernafasan menjadi lambat dan teratur, denyut jantung menurun dan bola mata bergerak perlahan. Kedua, tidur sebenarnya (true sleep), yaitu tidur lebih dalam, gerak bola mata hilang dan otot berelaksasi. Ketiga, tidur lebih dalam lagi (deep sleep), frekuensi pernafasan dan denyut jantung menurun, sedangkan yang ke empat adalah tidur yang paling dalam dan biasanya seseorang sangat sulit untuk dibangunkan.
Insomnia ini bisa terjadi karena stres, depresi, lingkungan yang ribut, kafein, perokok berat, alkohol, tidur siang/senja hari dan kebiasaan tidur padahal belum mengantuk.
Insomnia juga ada dua macam. Pertama, disebut transient insomnia atau yang sifatnya sementara dan biasanya tidak lebih dari tiga minggu. Sedangkan bila gangguan tidurnya lebih dari tiga minggu disebut dengan insomnia kronik dan biasanya berhubungan erat dengan kondisi medis tertentu seperti alergi, arthritis, jantung, asma, hipertensi, kecemasan yang berkepanjangan, fluktuasi hormonal pada wanita ataupun sifat genetis.
**
BAGI wanita memang ada hari-hari khusus, saat hormon progesteron akan meningkat sebelum menstruasi yang biasanya diikuti pula oleh naiknya suhu tubuh.
Selama menstruasi sering terjadi peningkatan metebolisme dan pengeluaran hormon yang menyebabkan kantuk di siang hari. Hal inilah yang menyebabkan gangguan tidur di malam harinya.
Dr. Richardson memberikan beberapa saran untuk hygiene sleep, agar kita terhindar dari gangguan tidur. Tipsnya itu antara lain kamar tidur haruslah sejuk dan teduh, jangan melakukan kegiatan yang membuat kita bersemangat sebelum tidur seperti main kartu gaple, bridge ataupun main games di komputer, hindari minum kopi/alkohol, jangan tidur dengan perut lapar, jangan membaca buku/majalah/nonton TV di tempat tidur, hindari tidur berlebihan siang hari, jangan berolahraga 2-4 jam sebelum tidur dan hendaknya jam dinding yang digantungkan di dinding kamar anda tidak tepat berada di depan mata anda, karena ini akan menimbulkan kecemasan.
Tanda-tanda gangguan tidur dapat pula terlihat dari beberapa hal, seperti kantuk berlebihan di siang hari, mendengkur keras, berhenti bernafas sejenak, kelelahan di siang hari, sulit berkonsentrasi, apatis, mudah tersinggung dan pelupa.
Dari paparan di atas kiranya harus kita sadari bahwa masalah gangguan tidur tidak bisa dianggap sepele, karena jika sudah menjadi kronis akan menjadi musuh besar bagi kita semua.
Tentang masalah penuaan dini, memang banyak sekali faktor penyebabnya antara lain bisa dari polutan kendaraan/pabrik yang memapari kita setiap hari, sengatan sinar matahari yang terus menerus dengan intensitas yang tinggi, alergi, sensitivitas kulit seseorang yang berlainan ataupun sebab-sebab lainnya. Namun di balik itu semua ternyata faktor kecukupan tidurpun bisa juga berpengaruh pada kondisi kulit kita, karena hormon pertumbuhan yang biasa diproduksi tubuh manakala kita tertidur lelap, berguna pula sebagai anti ageing alamiah.***

Bahaya Kekurangan Tidur

Oleh Mohamad Syarifudin
Dimuat di Pikiran Rakyat 10 Juni 2002


SELAMA beberapa tahun, kebanyakan dokter dan ilmuwan meyakini bahwa kebutuhan tidur tiap orang berbeda sehingga tidak seorang pun bisa mengatakan berapa lama kebutuhan tidur yang cukup bagi seseorang untuk hidup dan bekerja pada kondisi puncak.
Para peneliti mengatakan, laju dan tekanan kehidupan modern telah menjadikan pentingnya mendapatkan tidur yang cukup. Setiap manusia memerlukan tidur minimal 6 jam agar mentalnya sehat, kebanyakan orang bahkan memerlukan waktu tidur lebih dari itu.
Kurang tidur bisa menyebabkan orang yang riang gembira menjadi murung dan kelihatan tertekan. Jika terus-terusan kurang tidur, tanda-tanda kecemasan diri akan semakin terlihat seperti gejala sakit mental. Dan kekurangan tidur adalah seperti racun yang sulit diketahui, penderita biasanya baru menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dengan dirinya.
Seorang ahli mengatakan, jika kita tidak mendapatkan tidur yang cukup, kita tidak bisa bangun (sadar) sepenuhnya seharian. Hal ini berbahaya karena jika kita tidak sepenuhnya bangun (sadar), kita tidak berada pada pikiran kita yang sebenarnya.
Tidak seorang pun mengetahui dengan pasti secara psikologis apakah tidur itu? Munkin tidur bisa digambarkan seperti tidak bekerjanya mekanisme tubuh, otot-otot beristirahat, suhu tubuh dan tekanan darah turun, gelombang otak secara perlahan mengendur menjadi rata-rata dua atau tiga detik, kesadaran kita menurun. Hal ini merupakan cara alami mengisi "baterai" kita untuk aktivitas keesokan harinya.
Salah satu bukti bahwa gangguan perilaku akibat kekurangan tidur mirip dengan penyalahgunaan narkotika dan alkohol adalah penglihatan menjadi kabur, sense of timing menjadi mati, gerakan refleks menjadi lambat, penglihatan keluar dari fokusnya, dan mendapati dirinya "bukan dirinya sendiri".
Dalam satu eksperimen terhadap 100 relawan yang terdiri dari tentara dan masyarakat sipil di Amerika, mereka dibiarkan bangun terus menerus selama 4 hari. Ribuan tes mengukur efeknya tehadap perilaku dan kepribadian mereka. Hasilnya memberikan suatu pemahaman ilmiah baru yang cukup mengejutkan mengenai misteri tidur.
Diketahui bahwa otak yang lelah kelihatannya sangat membutuhkan tidur sehingga akan berbuat apa saja untuk mendapatkan tidur yang cukup. Setelah hanya beberapa jam kurang tidur, kita akan mengalami ketiduran atau "tidur kecil" yang terjadi rata-rata tiga/empat kali dalam satu jam. Seperti halnya pada tidur yang sesungguhnya, kelopak mata menutup, detak jantung melambat.
Tiap tidur kecil berlangsung hanya sekejap mata. Kadang-kadang dalam tidur kecil tersebut merupakan rasa kosong, kadang-kadang diisi dengan gambar-gambar dan mimpi-mimpi. Jika waktu kehilangan tidur itu semakin banyak, kita akan sering ketiduran dan berlangsung cukup lama mungkin dua atau tiga detik. Meskipun hal tersebut terjadi pada orang-orang yang sedang menjalankan pesawat terbang di cuaca yang buruk, orang tersebut tetap tidak mampu melawan rasa kantuknya. Hal ini juga bisa menimpa pada diri Anda, seperti ketiduran pada saat mengendarai mobil.
Akibat lain dari kehilangan waktu tidur yaitu menyerang pada ingatan dan penglihatan manusia. Banyak orang yang kurang tidur tidak mampu mengumpulkan informasi cukup lama untuk menghubungkannya (ke otak) dengan tugas yang seharusnya mereka kerjakan. Mereka sangat kebingungan ketika dihadapkan pada situasi yang mengharuskan mereka mengingat beberapa hal dalam pikirannya dan bertindak tentang hal tersebut, seperti seorang pilot yang harus menggabungkan arah angin, kecepatan udara, altitude, dan landasan pacu untuk melakukan pendaratan yang selamat.
**
BAGI kebanyakan orang harga yang harus dibayar jika kita begadang terlalu sering adalah mudah tersinggung. Bagaimana kurang tidur bisa menyebabkan mudah tersinggung? Banyak ahli menjawab, syraf-syaraf dan otot-otot menjadi kencang sehingga bisa meningkatkan tensi/tegangan.
Beberapa ahli lain menambahkan, frustrasi juga bisa jadi merupakan salah satu faktor penyebabnya. Kebutuhan untuk tidur merupakan suatu dorongan seperti halnya rasa lapar. Ketika kita tanpa tidur, dorongan frustrasi (ingin tidur) tersebut membuat kita mudah tersinggung dan agresif sebagaimana halnya rasa lapar membuat orang yang sedang diet menjadi mudah lapar. Pepatah mengatakan bahwa istirahat yang baik satu malam tidak cukup untuk mengembalikan kondisi tubuh semula. Setidaknya dibutuhkan waktu dua malam penuh bahkan mungkin lebih untuk mengembalikan kondisi dari kekurangan tidur.
Kurang tidur juga bisa munguras energi vital. Dalam satu eksperimen, beberapa orang pelajar diminta untuk mengerjakan soal perkalian yang sulit setelah tidur 8 jam dan 6 jam. Ternyata akurasi dan kecepatannya sedikit lebih baik yang tidur 6 jam, tetapi uji metabolisme menunjukkan, pekerjaan tersebut memerlukan energi hampir 3 kali lipat lebih banyak dari biasanya.
Peningkatan kinerja untuk sementara tersebut seringkali merupakan tipuan yang berbahaya yang dihasilkan dari kurangnya tidur. Di bawah kondisi tensi/tegangan seperti itu bisa menyebabkan kelelahan, banyak orang yang merasa berpengharapan tinggi.
Contohnya, orang yang datang terlambat pada waktu ujian (karena begadang semalaman), seringkali mengalami stimulasi sementara seperti di atas. Jika ujian tersebut singkat, orang ini mungkin mendapatkan keuntungan dari peningkatan tensi/tegangan. Tapi kondisi demikian hanyalah sementara. Setelah beberapa malam kekurangan tidur, akan terlihat hasil pekerjaannya mulai menurun.
Malam demi malam, banyak dari kita yang kekurangan tidur 15 menit sampai 2 jam dari yang seharusnya dibutuhkan kita (batas antara tidur yang cukup dengan yang tidak, bisa saja sangat kecil). Kita mungkin merasa baik-baik saja selama beberapa bulan bahkan beberapa tahun lamanya, tapi kelelahan itu akan berakumulasi hingga pada suatu saat "meminta bayaran lunas".
Seorang eksekutif muda pekerja keras yang sudah terbiasa tidur hanya 5 jam sejak kuliah (dia merasa sebanyak itulah waktu tidur yang dibutuhkannya), beberapa bulan kemudian mendapati dirinya kolaps. Dokternya mengatakan kehabisan syaraf (neruous exhaustion). Waktu yang digunakan untuk tidur tidaklah terbuang percuma atau sia-sia. Tidur yang cukup adalah resep yang esensial untuk menghasilkan hidup yang menyenangkan.