Kliping Pengetahuan Umum

Weblog berisi kliping artikel pengetahuan umum yang bermanfaat. Seperti Kesehatan, Makanan, Pendidikan Anak, Pengobatan, Psikologi Populer, Hobi dan lain-lain.

Sunday, August 25, 2002

Hati-hati Terkena Keracunan Obat

Oleh Tonny Sumarsono, Apoteker
Dimuat di Pikiran Rakyat, 25 Agustus 2002

SESUAI dengan tujuannya, seseorang mengkonsumsi obat sudahlah dapat dipastikan ingin menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Meskipun diagnosis seorang pasien yang dilakukan oleh seorang dokter sudah akurat, maka mustahil penyakit si pasien tersebut akan sembuh tanpa adanya upaya pengobatan selanjutnya.
Jadi obat merupakan faktor penentu utama untuk sebuah proses penyembuhan penyakit. Selain untuk proses penyembuhan (kuratif), maka obat juga digunakan untuk upaya pencegahan (preventif), agar penyakit yang akan muncul tidak jadi menyerang kita. Sebagai contohnya bila seseorang akan terkena flu atau pilek, maka sebaiknya minum vitamin C tablet 500 mg, insya Allah flu itu tidak akan jadi datang, karena sudah dibuktikan vitamin C bisa menaikkan daya tahan tubuh seseorang. Dengan vaksinasi adalah contoh lain dari usaha pencegahan timbulnya penyakit, karena tubuh dirangsang untuk membuat antibodi untuk menangkal penyakit tertentu.
Namun demikian dengan begitu banyaknya jenis obat yang beredar dewasa ini —yang diperkirakan lebih dari 12.000 macam, maka ternyata banyak juga obat yang dikonsumsi itu bukannya bisa mencegah atau menyembuhkan penyakit tapi malahan menimbulkan masalah baru.
Seorang pasien yang sudah jelas diagnosis penyakitnya dan diberikan obat yang sesuaipun, terkadang bisa mengalami keracunan obat karena respon tubuhnya tidak bisa menerima obat yang dikonsumsinya. Apalagi masyarakat luas yang sering mengkonsumsi obat ataupun jamu dan aneka vitamin serta supplemen kesehatan lainnya dengan serampangan, maka bisa saja mengalami keracunan obat.
Ada beberapa hal yang seharusnya menjadi perhatian kita, apakah kita mengalami keracunan obat atau tidak yaitu dengan memperhatikan perubahan yang terjadi pada diri kita. Memang perubahan itu tidak terlalu mudah dideteksi apakah karena respon tubuh terhadap obat itu yang menolak atau karena sebab lainnya. Jalan terbaik adalah segera menghubungi petugas kesehatan dan menjelaskan kronologis kejadiannya.
Biasanya ada beberapa tanda yang sering dijumpai bila seseorang terkena keracunan obat, seperti:
- Ruam pada kulit
- Kulit kemerahan dan gatal-gatal
- Mudah mengalami memar
- Mual dan pusing
- Muntah-muntah
- Perdarahan
- Merasa kacau
- Sembelit (susah buang air besar)
- Sesak nafas.
Keracunan obat, meskipun insidensinya tidaklah terlalu sering tetap saja harus kita waspadai, karena bukan tidak mungkin suatu saat akan juga menimpa kita dan anggota keluarga lainnya.
Biasanya dokter akan menghentikan pemakaian obat tersebut dan menggantikan dengan obat lain. Atau dengan pertimbangan medis bisa saja dokter mengurangi dosis pemakaiannya dan adakalanya juga diberi obat tambahan lainnya sebagai adjuvbant therapy.
Yang jelas upaya paling baik terutama bagi mereka yang ”hobi” mengkonsumsi obat sembarangan, haruslah berhati-hati. Jangan membiasakan minum obat bila tidak sakit dan tidak benar-benar tahu manfaat obat serta penggunaannya.
Meskipun dalam labelnya ada tanda obat bebas, maka bukan berarti kita bisa minum sebebas-bebanya, karena obat pada dasarnya adalah racun yang membahayakan kita. Obat akan berkhasiat bila dosis dan cara penggunaannya tepat.***

0 Comments:

Post a Comment

<< Home