Kliping Pengetahuan Umum

Weblog berisi kliping artikel pengetahuan umum yang bermanfaat. Seperti Kesehatan, Makanan, Pendidikan Anak, Pengobatan, Psikologi Populer, Hobi dan lain-lain.

Sunday, December 29, 2002

Beban Penyakit Jantung Dalam Kehamilan

Oleh dr. Budi RST

KEHAMILAN menimbulkan beberapa perubahan pada fungsi jantung dengan jaringan pembuluh darahnya (cardio vasculer). Ini mengakibatkan meningkatnya kerja jantung.
Bila seorang wanita penderita sakit jantung mengandung, kesehatan ibu dan janinnya akan terancam. Hal ini disebabkan perubahan peredaran darah sewaktu hamil yang menambah beban jantung yang terganggu dan memperburuk cacat yang ada serta menyebabkan si ibu lebih cepat meninggal.
Pengadaan oksigen yang tidak memadai ke rahim dan janin menyebabkan kelainan pada pembentukan organ dan kematangannya atau kematian janin dengan akibat keguguran. Ibu dengan penyakit jantung bawaan cenderung melahirkan anak dengan kelainan jantung bawaan pula.
Perubahan peredaran darah akan selalu terjadi sewaktu ibu hamil. Keadaan ini akan menambah beban fisik pada jantung. Kalau Anda menderita sakit jantung, beban ini menjadi dua kali lipat karena ia harus memenuhi kebutuhan kehamilan dan penyakit jantung itu sendiri. Kehamilan juga akan menyebabkan retensi garam dan air yang biasanya mulai terjadi pada awal kehamilan dan mencapai tingkat maksimum pada trimester kedua. Peningkatan volume darah ini sekira 1 sampai 1,5 kali keadaan normal (tidak hamil).
Untuk menampung peningkatan volume ini, denyut jantung dan curah jantung (cardiac output) me-ningkat secara bersamaan. Perubahan peredaran darah ini bisa menimbulkan gejala susah napas, pergelangan kaki membengkak, jantung berdebar, dan kelelahan. Gejala ini juga bisa muncul pada wanita yang tidak menderita sakit jantung.
Meningkatnya gejala akan dialami wanita yang menderita sakit jantung. Stres yang dialami sewaktu proses persalinan merupakan periode bebas gejala dan tidak ada kelumpuhan fisik. Bila sudah sampai ke kelas IV, akan terjadi kesulitan bernapas dengan tanda-tanda kelumpuhan fisik. Beberapa hari setelah melahirkan, perubahan peredaran darah mulai kembali ke kondisi sebelum hamil, kecuali kalau komplikasi meningkat selama kehamilan. Perubahan kelas fungsional menjadi tingkatan yang lebih tinggi merupakan indikasi kemunduran keadaan jantung. Kategori kelas fungsional ini merupakan petunjuk yang sangat berguna dalam memberikan penanganan medis, pembedahan atau kebidanan.

Jenis gangguan
Gangguan pada katup jantung merupakan gangguan jantung yang paling sering terjadi pada waktu hamil. Rusaknya katup (biasanya akibat demam rematik pada waktu kanak-kanak), mengakibatkan luka, penebalan, dan disorganisasi katup. Hal ini menyebabkan menyempitnya lubang katup (stenosis), kebocoran katup atau kombinasi keduanya.
Umumnya, bagian yang terserang adalah katup mitral dan aorta. Karena perubahan struktural pada katup jantung, terjadilah perubahan kecepatan aliran darah, tekanan, dan volume darah dalam bilik jantung. Akibatnya pada kehamilan, bergantung pada tingkat parahnya perubahan tersebut dan bagaimana jantung beradaptasi sebelum dan selama kehamilan.
Gangguan jantung bawaan seperti Atrial Septal Defect (ASD), Ventricular Septal Defect (VSD) dan Pulmonary Stenosis (PS) merupakan gangguan lain yang sering terjadi selama kehamilan. Bagaimana Anda dapat mengatasinya selama mengandung, bergantung pada tingkat gangguannya.
Keadaan gangguan bawaan yang lebih parah disertai sianosis (tubuh membiru) jarang terjadi pada waktu hamil. Bila seseorang dengan gangguan tersebut hamil, umumnya jarang berlanjut hingga kelahiran karena tingkat risiko keguguran spontan yang tinggi. Angka kematian ibu dan janinnya sangat tinggi pada wanita yang menderita gangguan jantung sianosis.
Jika sewaktu anak-anak, gangguan jantung bawaan sudah bisa diatasi dan diharapkan menjalani kehamilannya dengan normal. Bila muncul kesulitan, kemungkinannya masih ada kelainan, seperti pulmosary hypertensi (tekanan darah tinggi pada peredaran paru-paru).
Wanita dengan katup jantung buatan membutuhkan perawatan khusus. Akan tetapi, ini pun bergantung pada kelas fungsional dan jenis katup yang dicangkokkan. Bila ia menggunakan anti-coagulant (obat untuk mencegah penggumpalan darah pada katup buatan), ia harus menghentikannya karena sifat teratogeniknya (menyebabkan abnomalitas perkembangan janin) dan perdarahan pada janin.

Yang perlu diperhatikan secara umum
Komplikasi sakit jantung bisa terjadi selama hamil. Bila terjadi cardiac arhytias (kelainan irama jantung), si penderita memerlukan penanganan dengan obat, bergantung pada tingkat keparahannya. Kompilasi yang paling sering terjadi ialah atrial fibrilasi (denyut serat otot jantung yang tidak beraturan) yang bisa segera diatasi dengan digoxin, obat yang aman digunakan sewaktu hamil. Gangguan jantung terjadi jika tuntutan kehamilan melebihi kemampuan jantung untuk mengatasi beban tambahan.
Faktor yang bisa memperburuk keadaan adalah infeksi dan anemia. Gangguan irama jantung, gangguan tekanan darah tinggi, dan diabetes militus perlu ditangani dengan cepat. Wanita yang menderita kelainan bawaan dan katup jantung membutuhkan perawatan khusus untuk mengatasi infeksi endocarditis (infeksi pada katup jantung dan pada dinding jantung bagian dalam) pada waktu mengalami perawatan gigi dan selama proses kehamilan.
Kapasitas fungsional wanita yang sedang mengandung merupakan petunjuk yang sangat berharga dalam meramalkan kondisinya. Kapasitas fungsional yang mengalami kemunduran merupakan indikasi adanya suatu komplikasi atau kegagalan jantung mengimbangi kehamilan lebih lanjut. Bila gejala tersebut tidak bisa diatasi dengan obat, kemungkinan perlu dilakukan penghentian kehamilan (pengguguran) atau tindakan pembedahan.
Seorang wanita yang menderita sakit jantung sebaiknya melengkapi keluarganya (melahirkan) secara dini. Yang paling baik ialah sebelum usia 30 tahun. Usaha mengoreksi gangguan jantung dengan pembedahan yang bisa menimbulkan masalah selama hamil sebaiknya dilakukan sebelum si ibu tersebut hamil.
Seringkali gangguan jantung baru pertama kali terdeteksi pada waktu si ibu hamil. Bila pembedahan dianggap perlu, saat yang dianggap baik ialah antara bulan ke-4 hingga ke-6 kehamilan. (Sumber: Pikiran Rakyat)***

0 Comments:

Post a Comment

<< Home